Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Pusat mengadakan kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-9. Kegiatan ini dimulai pada hari Jum’at (27/01/2023) dan berakhir pada hari Ahad (29/01/2023). Munas tahun ini mengusung tema “Menyongsong Satu Dekade KMNU: Transformasi Menuju KMNU Adaptif, Produktif, dan Berdaya.”
KMNU IAIN Ponorogo mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah dalam acara Munas tahun ini. Acara Munas dihadiri oleh pengurus KMNU dari berbagai kampus yang ada di Nusantara.
Acara dimulai pada hari Jum’at dengan agenda KMNU Bershalawat. Shalawat dipimpin oleh Ustadz Ahmad Fauzi, selaku ustadz dari Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, sedangkan untuk mau’idhoh hasanah disampaikan oleh Kyai Sunartib Fadlan, pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Mutawakkil Islamic College sekaligus pembina KMNU IAIN Ponorogo. “Semoga munas tahun ini melahirkan keputusan terbaik untuk anggota, organisasi, kampus, bangsa dan negara,” ujar Kyai Sunartib Fadlan dalam acara itu.
Sebelum shawalat dilantunkan, peserta Munas disuguhi penampilan kesenian Reyog Ponorogo yang merupakan kesenian asli dari bumi Ponorogo. Kesenian reyog disuguhkan oleh siswa-siswi dari SMAN 1 Babadan. Hal ini dimaksudkan supaya para peserta dapat mengenal Ponorogo sebagai kota Reyog, yang mana kesenian ini sudah merambah ke berbagai penjuru dunia.
Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan rangkaian persidangan yang antara lain sidang tata tertib (tatib), sidang komisi, penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ), serta pemilihan presidium nasional (Presnas) yang baru untuk satu tahun kedepan.
Presnas terpilih periode 2023-2024 antara lain, Tsanie Ditya Kurnia dari KMNU Institut Pertanian Bandung (IPB), Abdul Mujiburrahman dari KMNU Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Deni Saputra dari KMNU Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bambang Heryanto dari KMNU Universitas Lampung (Unila), serta Yusuf Ahmad Sudrajat dari KMNU Universitas Islam Indonesia.
Di samping itu, munas tahun ini juga menghasilkan keputusan terkait tuan rumah kegiatan nasional pada satu periode kedepan. Kegiatan tersebut antara lain Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Nahdlatul Ulama Science and Cultural Art Olympiad (Nusantara), dan Munas. KMNU yang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah adalah KMNU Universitas Soedirman sebagai tuan rumah Rakernas, KMNU UII sebagai tuan rumah Nusantara, dan yang terakhir KMNU Regional Jabodetabek mendapat kehormatan sebagai tuan rumah Munas ke-10 tahun depan.
emisoner presnas mengatakan bahwasanya melalui Munas ini mahasiswa harus menjadi manusia yang bebas dan bisa menjadi intelektual yang handal dalam segala bidang. “Hiduplah merdeka dengan menjadi manusia yang bebas. Jangan jadikan label santri [yang melekat pada mahasiswa NU] sebagai alasan untuk menutup diri. Kedepannya, santri harus paham teknologi, profesional, bahkan paham politik demi kemajuan Islam dan negara Indonesia,” ungkap Muhammad Wahyu Ariyanto, demisioner Presnas.
Di samping itu, Presnas 1 terpilih berharap kedepannya KMNU bisa lebih eksis dan bisa merambah ke kampus-kampus lain yang ada di Indonesia serta menjadi partner organisasi yang lainnya. “Saya mengajak kepada kawan-kawan KMNU semuanya, untuk kedepannya mari kita bahu-membahu dalam menjalankan program dari KMNU Pusat. Kami berharap kedepannya KMNU bisa menjadi organisasi mahasiswa yang eksis dan dapat menjadi partner bagi organisasi mahasiswa yang lainnya, terkhusus lagi organisasi dibawah naungan Nahdlatul Ulama,” pungkas Tsanie Ditya Kurnia.
Penulis: Miftakhu Alfi Sa’idin (KMNU IAIN Ponorogo)
Menemukan kesalahan pada unggahan ini? Yuk sampaikan pada kami melalui email!